2018, Surat Utang Negara Dijual Lewat Online

kabarin.co – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana akan menjual Surat Berharga Ritel secara online pada 2018 mendatang. Bendahara negara pun akan menunjuk beberapa pemangku kepentingan terkait  seperti perbankan, sekuritas, dan financial technologyatau fintech untuk menjual surat utang negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan pemerintah sudah menunjuk enam bank, satu perusahaan efek dan dua dua perusahaan fintech sebagai peserta pilot project pengembangan sistem penjualan surat utang ritel secara online.

2018, Surat Utang Negara Dijual Lewat Online 

Adapun sejumlah institusi yang ditunjuk dalam pilot project, yakni PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Central Asia, PT Bank Permata, dan Bank DBS. Kemudian selanjutnya, Trimegah Sekuritas Indonesia, Bareksa, dan Investfree.

Diharapkan sistem penjualan SBN ritel secara online dapat diimplementasikan di tahun 2018,” ungkap Robert, dikutip melalui laman resmi Kemenkeu, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Robert menjelaskanm pilot project penjualan surat utang via online merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemarintah, dengan memanfaatkan jaringan internet dalam proses penjualan  SBN ritel. Di samping itu, terobosan ini sekaligus memberikan alternatif atas mekanisme penerbitan SBN ritel.

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperluas jangkauan basis investor SBN dalam negeri,” kata Robert.

Apalagi, lanjut Robert, penjualan SBN ritel secara online pun sejalan dengan inisiatif strategis program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Kemenkeu. Belum lagi, keberadaan calon mitra distribusi seperti perusahaan Fintech yang juga menjawab perkembangan teknologi masa kini. (epr/viv)

Baca Juga:

Pemerintah Lelang Surat Utang Rp 12 Triliun Untuk Biayai APBN

Jokowi Terlilit Utang 3.466,96 Triliun

Incar Utang Rp6 Triliun, Pemerintah Lelang Sukuk

Tembus Rp3.649 Triliun, Utang Indonesia Naik Rp60 Triliun