Anggota DPRD Yang Meninggal di Bandara Diduga Punya Riwayat Jantung

Kesehatan37 Views

Kabarin.co – Anggota Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Suparja meninggal dunia di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Selasa (4/4/2023). Anggota dewan dari Fraksi Nasdem ini disebut terkena serangan jantung saat akan melakukan kunjungan kerja di Bali.
Kabar duka ini dikonfirmasi Sekretaris DPRD (Sekwan) DIY Haryanta.

“Nggih benar. Jadi beliau kunjungan sudah selesai hari ini. Beliau mau mendahului pulang tapi di bandara beliau kena serangan jantung,” beber Haryanta saat dihubungi wartawan, Selasa (4/4/2023), dikutip dari detikJateng.

“Sebelumnya sehat-sehat saja beliau. Nggak sakit beliau. Nggak merasa apa-apa,” tambahnya

Menyoal Serangan Jantung

Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat. Ada beragam pemicunya termasuk karena penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam arteri jantung, sampai endapan berlemak yang mengandung kolesterol disebut plak.

Proses penumpukan plak disebut aterosklerosis. Terkadang, plak bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.

Serangan jantung membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin demi menghindari kemungkinan fatal.

Gejala Serangan Jantung

Gejala serangan jantung bervariasi. Beberapa orang memiliki gejala ringan, lainnya memiliki gejala parah. Bahkan, beberapa orang tidak mengeluhkan gejala apapun.
Gejala serangan jantung yang umum meliputi:

– Nyeri dada yang mungkin terasa seperti tertekan, sesak, nyeri, diremas atau nyeri

– Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi atau terkadang perut bagian atas

– Keringat dingin

– Kelelahan

– Mulas atau gangguan pencernaan

– Sakit kepala ringan atau pusing tiba-tiba

– Mual

– Sesak napas

Beberapa serangan jantung terjadi secara tiba-tiba. Namun, banyak orang memiliki tanda dan gejala peringatan berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu sebelumnya. Nyeri dada atau tekanan yang terus terjadi dan tidak hilang meski sudah beristirahat misalnya, bisa menjadi tanda peringatan dini.(pp)