Kejaksaan Negeri Pasaman Bacakan Surat Tuntutan Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Baznas Kab.Pasaman Periode 2017 – 2020

Pasaman, Kabarin.co – Sidang Pembacaan surat tuntutan pidana (P-24) dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pasaman dalam perkara Tindak Pidana  Korupsi Pengelolaan Dana Baznas Pasaman Periode 2017 – 2020  An. Buya Syafrizal, SF. SIQ. S. AG. MPD., yang telah dilaksanakan di  Pengadilan Tipikor  kelas I Padang Provinsi Sumatera Barat, pada 15 februari 2024 kemarin.

Kejari Pasaman Soebang Suradal, SH., MH Mengatakan, kami sudah membacakan tuntutan terhadap tersangka buya safrizal yang dilaksanakan di ruang Cakra Pengadilan Tipikor  kelas I Padang Provinsi Sumatera Barat, adapun sidang dilakukan dalam sarana Zoom Metting, dikarenakan terdakwa Syafrizal berada dalam Rutan Kelas II Muaro Padang. Jelas Kejari Pasaman Soebang Suradal, SH., MH pada media Kabarin.co saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (20/02/2024).

Lanjunya, Adapun kasus hukum yang saat ini sedang di jalani oleh mantan ketua Baznas Pasaman sudah sampai pada tahapan tuntutan. Serta Dari bukti yang ditemukan di persidangan maka Jaksa Penuntut Umum berkeyakinan perbuatan terdakwa sudah terbukti, sebagai mana sudah diatur dalam UUD no.2 Pasal 31 tahun 1999 tentang tindakan Pidana Korupsi, sehingga Jaksa Tindak Pidana Korupsi menuntut pidana badan selama 6 (Enam) tahun, dan denda sebesar Rp. 200.000.000 ( Dua Ratus Juta Rupiah ).

“Apabila terdakwa tidak dapat membayarkan denda sebesar Dua Ratus Juta Rupiah tersebut, maka akan di gantikan dengan pidana kurungan selama 6 (Enam Bulan),”

Soebang Suradal menambahkan, terdakwa Syafrizal harus mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp.952.499.000,-00, adapun terdakwa sudah ada mengembalikan sebesar Rp. 151.000.000,-00 sehingga masih ada sisa kekurangannya sebesar Rp. 801.499.000, 00. Dan apabila terakwa tidak dapat mengembilkan uang pengganti sesudah putusan Hukum Berkekuatan Tetap, maka harta bendanya akan di sita oleh Jaksa, dan akan di lelang untuk menutupi uang pengganti,

” Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi uang pengganti tersebut maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 (Satu) tahun”, Terang Kejari Soebang Suradal.

Adapun atas tuntutan itu soudara terdakwa akan mengajukan pembelaan atau Pledoi persidangan pada hari kamis tanggal 22 februari 2024 ini, dan akan di jawab oleh Jaksa melalui Reblik yang insaallah di jadwalkan satu hari setelahnya, Tutup Kejari Pasaman Soebang Suradal, S.H.,M.H.  (Joni)