Menurut Mentan, pertanian adalah sektor penting bagi masa depan bangsa dan memerlukan perhatian dari semua pihak, baik pusat maupun daerah. Dia berharap, lokasi yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali produktif.
Mentan juga mengungkapkan bahwa dia seharusnya berangkat ke China untuk pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian setempat. Namun, mendengar kabar bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, dia memutuskan untuk menunda keberangkatannya.
“Sebenarnya saya harus berangkat ke China. Namun, mendengar kabar bencana ini, saya memutuskan untuk menunda keberangkatan. Insya Allah dalam waktu dekat, paling lambat bulan depan, anggaran sudah turun untuk Sumbar. Kami juga akan memberikan alat mesin pertanian, mungkin sekitar 15-20 miliar. Tapi yang pasti, untuk sawah kami turunkan Rp 10 miliar,” jelasnya.
Mentan menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai luas area lahan yang harus diperbaiki dan yang akan direhab. Oleh karena itu, dia meminta dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan kelompok tani, agar sektor pertanian dapat kembali berproduksi.