Minangkabau Cup 2016: Inilah Prediksi 8 Laga Leg Pertama 16 Besar

kabarin.co – Babak 16 besar Turnamen Minangkabau Cup segera di pentaskan. Laga-laga seru di fase knock out ini, dipastikan akan berlangsung sengit dengan format home and away. Delapan laga akan memperebutkan delapan tiket menuju babak perempatfinal atau 8 besar.

Kamis (6/4) tujuh laga leg pertama digelar di kandang tim yang menjadi juara grup di babak 32 besar. Sedangkan, satu pertandingan digelar Jumat (7/4) yaitu antara tuan rumah Talawi (Kota Sawahlunto) vs Ulakan Tapakis (Padang Pariaman.

Wakil Ketua Harian Panpel, Nofrialdi Nofri Sastera mengatakan, laga Talawi vs Ulakan diundur satu hari, karena permintaan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, karena pada tanggal 6 April ada pembukaan Pekan Olahraga Antar Desa se Kota Sawahlunto.

Sementara, laga antara Sungayang (Tanah Datar) vs Mandiangin Koto Salayan (Kota Bukitinggi), yang semula direncanakan di Lapangan Pulai Sungayang, atas permintaan Bupati Irdinansyah Tarmizi, dipindahkan ke Lapangan Gumarang Batusangkar. “Tapi hanya pemindahan tempat pertandingan, ┬áhari dan jam kick off tidak ada perubahan.”katanya.

Diluar perubahan kecil jadwal tersebut, menarik ditunggu hasil laga leg pertama, yang pastinya akan sangat menentukan peluang tim-tim tersebut lolos ke 8 besar. Berikut ini, kabarin.co mencoba memprediksi kemungkinan hasil delapan laga leg pertama babak 16 besar.

1. Payakumbuh Barat vs IV Nagari

Kecamatan Payakumbuh Barat

Diatas kertas Payakumbuh Barat layak diunggulkan. Selain faktor tuan rumah, wakil “Galamai City” ini secara materi pemain, mereka punya barisan skuad yang lebih mengkilap dan teruji dibanding IV Nagari yang membawa bendera Kabupaten Agam.

Dengan pemain muda yang lahir dari sebuah kompetisi yang rutin, ditambah maraknya tarkam di Luhak Nan Bungsu, membuat pemain-pemain Payakumbuh Barat punya jam terbang yang lebih baik.  Dan, Payakumbuh adalah salah satu daerah penyimpan bibit-bibit sepakbola potensial sejak dulunya.

Plus, dengan label peringkat empat di gelaran Irman Gusman Cup 2016, ditambah tradisi dan historis sepakbola Payakumbuh yang lebih berkibar dibanding Agam, Payakumbuh Barat layak diunggulkan dalam laga ini. Setidaknya mereka bisa menang dengan selisih dua gol.

2. Sungayang vs Mandiangin Koto Salayan

Kecamatan Sungayang

Sungayang masih bisa membuktikan, mereka masih kekuatan terdepan sepakbola Tanah Datar. Sempat malu di laga pertama karena dihajar Padang Gantiang, namun mereka bangkit, dan membalas kekalahan itu di final dan juara. Itu membuktikan Sungayang adalah tim yang memang layak diperhitungkan.

Mandiangin Koto Salayan, wakil kota Bukitinggi adalah lawan sepadan bagi Sungayang. Kedua tim ini pernah bertemu di babak 16 besar tahun lalu, saat itu keduanya berakhir imbang dalam waktu normal. Artinya, Mandiangin KS adalah tim yang tak boleh diremehkan oleh skuad wakil Luhak Nan Tuo ini.

Tetapi, Mandiangin KS harus berjuang ekstra keras untuk bisa lolos dari terkaman Sungayang. Datang dengan modal runner up Grup C, Mandiangin KS memang jadi underdog di Lapangan Gumarang. Jika tak ada kejutan luar biasa, Sungayang diprediksi akan menabung modal bagus untuk leg kedua.

3. Lembah Malintang vs Guguak

Kecamatan Guguak

Laga ini relatif berimbang, berasal dari dua daerah yang sepakbolanya sedang menggeliat. Lembah Malintang selaku wakil Pasaman Barat, membuktikan kapasitasnya mampu menjuarai Grup D yang berlangsung di Stadion Bukik Bunian Lubuk Basung, Agam.

Sementara, Kecamatan Guguak adalah wakil semata wayang Kabupaten Limapuluh Kota. Para pemainnya juga banyak terlahir dari produk kompetisi yang mulai menggeliat disana, plus rajin tarkam. Bisa juara di Zona Limapuluh Kota yang sangat ketat, tentunya Guguak tim yang cukup teruji.

Kalaupun ada yang jadi penyemangat dan penghangat laga ini, adalah mengingatkan orang pada final Porprov 2016 di Padang. Limapuluh Kota saat itu mampu mengalahkan Pasbar di final. Sepertinya, Lembah Malintang akan mampu mengobati luka Pasbar di Porprov.

4. V Koto Kampung Dalam vs Padang Panjang Timur

Kecamatan V Koto Kampuang Dalam

Kampung Dalam terpaksa terlempar melakoni laga 32 besar ke Bukitinggi, karena gagal menjadi juara Zona Padang Pariaman. Walau begitu, finalis Irman Gusman Cup 2016 ini, adalah tim tangguh, dan itu dibuktikan dengan menjuarai Grup C babak 32 besar.

Sedangkan Padang Panjang Timur, adalah tim yang ulet juga dan tak bisa diremehkan. Walau sepakbola “Kota Serambi Mekah” saat ini dingin-dingin saja dan tak begitu bergairah, tapi tim yang satu ini bisa saja membuat kejutan untuk tuan rumah.

Hanya saja melihat track record, kedalaman materi pemain, pengalaman, dan tentunya faktor tuan rumah, V Koto Kampung Dalam tetap layak diunggulkan. Bahkan, jika tampil bagus, laga ini kemungkinan akan berakhir dengan margin lebih dari dua gol untuk tuan rumah.

5. Kamang Baru vs Koto Tangah

Kecamatan Koto Tangah

Pada gelaran Irman Gusman Cup 2016, Kabupaten Sijunjung punya wakil yang tangguh, yaitu Kecamatan VII Koto. Bahkan tim ini mampu merebut peringkat tiga turnamen. Namun, kali ini ranah “Lansek Manih” punya wakil yang tak kalah gahar, Kamang Baru. Mereka melenggang mulus, menjuarai Grup E 32 besar.

Tetapi, Kamang Baru akan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, karena bertemu juara bertahan dari ibukota provinsi, Kecamatan Koto Tangah. Bukan laga yang mudah bagi Kamang Baru, tapi tak ada yang tak mungkin, karena akan bermain di hadapan publiknya sendiri dan Koto Tangah memang tak lagi sebuah super tim tahun ini.

Koto Tangah realitanya memang tak sebagus tim 2016, lolos dari lubang jarum di Grup H, padahal bermain di markas besarnya Lapangan PSTS Tabing. Jika tak tampil luar biasa di hadapan Kamang Baru, Koto Tangah bisa dibuat kerja keras di leg kedua. Namun, sepertinya hasil imbang paling adil untuk laga ini.

6. Talawi vs Ulakan Tapakis

Kecamatan Talawi

Talawi boleh dikatakan nafas sepakbola Kota Sawahlunto, karena sejak dulu tim ini memang sudah sangat tenar di jagat tarkam Sumbar. Tidak mengherankan jika Talawi tampil mewakili Kota “Kuali” itu sampai babak 16 besar turnamen Minangkabau Cup ini.

Akan menjadi laga yang super seru, jika Talawi bertemu Ulakan Tapakis yang datang dengan label juara Zona Padang Pariaman. Adalah jaminan mutu, jikalau bicara tim asal Padang Pariaman. Meskipun tak mampu menjadi juara Grup G 32 besar, namun Ulakan tetap sebuah tim “kuda hitam” di turnamen ini.

Namun, jika melihat catatan Talawi mulai dari Zona Kota Sawahlunto, sampai memuncaki Grup F, Talawi tetap layak dikedapankan akan memenangi laga ini. Setidaknya, kemenangan margin dua gol bisa didapatkan Talawi.

7. Bayang vs Sitiung

Kecamatan Bayang

Ini laga yang menarik, kecamatan Bayang tiba-tiba menggemparkan turnamen ketika dengan perkasa menjuarai Grup H. Tidak sekedar lolos, tim juara Pesisir Selatan ini pamer permainan apik dan menyuguhkan peragaan mental juara. Tak hanya itu, inilah tim pemegang rekor kemenangan sejauh ini, saat melibas 2 x 11 Anam Lingkuang 11-2.

Mengerikan memang, tapi Sitiung tak perlu gentar bermain di Stadion Ilyas Yakub Painan. Wakil Dharmasraya ini harus tetap fokus dan tak menyerah sebelum bertanding melihat rekor mengerikan tuan rumah. Dalam sepakbola apapun bisa terjadi, filosofi bola itu bulat tetap harus dipegang.

Mungkin tak akan cukup hal itu bagi Sitiung untuk membendung Bayang, tapi setidaknya mereka harus berjuang habis-habisan, agar di leg kedua mereka tak terlalu bekerja keras. Namun begitu, jika Bayang mampu mempertahankan penampilan apik, mental juara terjaga, dan produktifitas gol tidak terganggu, Bayang sepertinya akan menabung modal bagus dari laga ini. Menang dengan margin lebih dari dua gol, layak untuk Bayang.

8. Lubuk Begalung vs Pulau Punjung

Kecamatan Lubuk Begalung

Lubuk Begalung, wakil Kota Padang selain Koto Tangah, tampil jempolan di Grup G babak 32 Besar. Sempurna hasilnya, tiga kali main, tiga kali pula menang dalam waktu normal. Skuad Satria Welli jelas akan memaksimalkan laga kandang mereka, dengan menabung gol sebanyak-banyaknya.

Semudah itukah? tentu tidak, Pulau Punjung sang juara Dharmasraya juga punya tekad yang sama. Sama seperti Sitiung, Pulau Punjung juga akan memakai filosofi bola itu bulat dalam laga ini.

Kabar buruknya, Pulau Punjung akan bertamu ke “sarang macan”, menghadapi salah satu tim dengan statistik terbaik di turnamen ini. Sepertinya berusaha untuk tidak kalah telak, adalah jurus terbaik tim tamu. Setidaknya mereka masih punya greget dan semangat memainkan laga kedua di Stadion Sport Centre Dharmasraya.(RMO)