Pasca Pimpinan Fidel Castro, Eropa Tetap Jalin Hubungan Dengan Kuba

kabarin.co, Brussels – Uni Eropa (UE) akan terus memperkuat hubungan dengan Kuba pasca kematian pemimpin revolusioner, Fidel Castro. Perwakilan tinggi atau wakil presiden UE, Federica Mogherini, mengatakan UE sebelumnya telah membuka babak baru dalam hubungannya yang selalu kuat dalam beberapa dekade dengan rakyat Kuba, lewat Dialog Politik dan Perjanjian Kerja Sama.

“UE akan terus memajukan keterlibatannya yang kuat dengan Kuba,” kata Mogherini lewat pernyataan tertulisnya hari Sabtu (26/11).

Mogherini menyebut Castro sebagai seorang pria dengan tekad dan tokoh sejarah. Dia menambahkan, kematian Castro menjadi tantangan besar bagi Kuba dan ketidakpastian global.

Hubungan UE dan Kuba diluncurkan kembali dalam kesepakatan dialog politik musim semi lalu, sejalan dengan keinginan saudara Fidel, Raul Castro, yang ingin memperbaiki hubungan negaranya dengan Barat.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, memuji sang diktator, Fidel Castro, sebagai “pahlawan untuk semua”. Juncker menyatakan pemimpin komunis itu adalah salah satu tokoh bersejarah selama abad lalu dan perwujudan Revolusi Kuba.

“Dengan kematian Fidel Castro, dunia telah kehilangan seorang pria yang merupakan pahlawan untuk semua. Dia mengubah arah negara dan pengaruhnya jauh melampaui,” kata Juncker.

“Fidel Castro masih salah satu tokoh revolusioner abad 20. Warisannya akan dinilai oleh sejarah,” tambahnya.

Juncker adalah satu dari sejumlah pemimpin dunia yang memuji Castro. Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau memberi penghormatan dengan menyebut Castro sebagai pemimpin luar biasa dan revolusioner bersejarah yang membuat perbaikan signifikan untuk negaranya.

Pemimpin oposisi Inggris, Jeremy Corbyn, juga menyebut Castro sebagai seorang internasionalis dan pemenang keadilan sosial. Sedangkan, Presiden Rusia Vladimir Putin memujinya sebagai seseorang mewujudkan cita-cita tertinggi politik, kebangsaan, dan patriot, yakin akan kebenaran dirinya dan memberikan seluruh hidupnya.

Fidel Castro seorang pencetus Perang Dingin yang menentang 10 presiden Amerika dan mendorong Kuba ke panggung dunia, meninggal pada usianya ke-90. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan lebih dari US$ 1 miliar untuk mencoba membunuh atau menurunkan Castro dari kekuasaannya, tapi akhirnya usia tua dan penyakit yang bisa menumbangkannya.

Baca juga :

Ikon Revolusi Kuba Fidel Castro Meninggal Dunia

5 Cara Gila Ini Pernah Dilakukan CIA untuk Membantai Fidel Castro