Puluhan Anak Yatim Dapat Santunan dari YPTP dan Pengurus Mesjid Al Mustari Unes

Berita186 Views

Padang, kabarin.co – Sebanyak 57 anak yatim Panti Asuhan PGAI Padang dan Panti Asuhan Aisyiah mendapatkan santunan dari Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) bersama Pengurus Mesjid Al Mustari Universitas Eka Sakti.

Pemberian santunan tersebut juga diselingi dengan acara memperingati Nuzul Quran pada Senin (1/4/2024) di mesjid kampus setempat.

Bendahara YPTP Suparman dalam sambutannya mengatakan, pemberian santunan kepada anak yatim ini merupakan ibarat sebuah kepedulian orangtua kepada anak mereka, karena ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan serta hari raya Idul Fitri.

Apalagi dalam Q.S Al – Ma’un kata Suparman, setiap umat muslim juga wajib menyantuni anak yatim dan tidak menghardik mereka. Karena dengan jelas dikatakan bahwa jika hal itu tidak dilakukan Umat Muslin, maka dianggap mendustakan agama Allah.

Suparman pribadi juga merasakan kepedihan mendalam, ketika malam takbir dikumandangkan, tidak sempat bergabung dengan orangtua yang masih ada, akibat dari terpisahnya jarak Kota Padang dengan kampung halaman

“Orangtua masih ada, tapi tak bisa berlebaran bersama. Dengan keadaan begitu, kita sudah merasakan kesedihan mendalam. Apalagi dengan anak-anak yang tidak ada lagi orangtua, tidak ada tempat mereka berbagi kebahagiaan. Nah anggap saja kami ini orangtua kalian semua,” tutur Suparman penuh haru menitikkan air mata

Ia berharap, mudah mudahan santunan yang diberikan Unes, hendaknya dipergunakan untuk keperluan pendidikan atau hal lain yang bermanfaat, sehingga bisa memperoleh keberkahan.

Ketua Pengurus Masjid Al Mustari Unes Prof Agus Salim Abdullah juga mengungkapkan, santunan yang diberikan ini merupakan infak dari Civitas Akademika Universitas Ekasakti yang dikumpulkan pengurus mesjid selama satu tahun.

“Meskipun tak terlalu banyak, hendaknya santunan ini jangan dilihat dari nilainya, tapi dilihat dari keikhlasannya. Mudah mudahan bisa bermanfaat bagi anak-anak,” pintanya

Pihaknya juga berpesan supaya anak panti asuhan jangan berhenti pendidikannya hingga tamatan SMA saja. Namun hendaknya bisa memperoleh Doktor, minimal sarjana.

“Hendaknya apa yang kalian cita-citakan bisa tercapai. Jangan pantang menyerah dan berputus asa dengan keadaan sekarang,” pesannya.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, sejumlah Dekan di lingkungan Universitas Ekasakti

(*)