Komdis PSSI Jatuhi Sangsi,Persija Didenda 145 Juta,Bhayangkara dan Persib dapat teguran Keras

Kabarin.Co–Jakarta,Hasil Agenda Rapat
Komite Disiplin PSSI memutuskan dan mengumumkan hasil sidang. Beberapa di antaranya keributan Bhayangkara FC-Persib Bandung dan tiga pelanggaran Persija Jakarta.
Komdis PSSI kembali memutuskan kasus pelanggaran kode disiplin dari BRI Liga 1 dan Liga 2 2021 pada, Kamis (28/10/2021). Ada 10 pelanggaran dari Liga 1 dan 8 pelanggaran dari Liga 2.
Sebelumnya Komdis PSSI berjanji akan menyelidiki ribut-ribut di akhir pertandingan Bhayangkara FC Vs Persib Bandung, Sabtu (17/10/2021). Cekcok terjadi pada akhir laga yang melibatkan COO Bhayangkara Sumardji dengan Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts.

Mereka beradu mulut seusai peluit panjang dari wasit. Dari rekaman video, Sumardji terlihat menyodorkan mulutnya ke arah wajah Robert.
Banyak yang menduga bahwa Sumardji meludahi pelatih asal Belanda itu. Namun kemudian dibantah oleh Sumardji hingga Robert sebagai terduga korban. Komdis PSSI memutuskan untuk memberikan teguran keras atas kejadian itu.
Dalam pertandingan yang sama juga ada insiden pelanggaran lainnya. Yakni ofisial Bhayangkara melempar bungkus makanan ke lapangan sehingga diputuskan kena denda Rp 20 juta.
Sementara itu, Persija paling banyak mendapatkan sanksi denda atas tiga kasus yang terjadi pada laga kontra Arema FC dan Madura United.
Muhammad Araaf, staf Persija, didenda Rp 45 juta setelah mengumpat kata-kata kasar seusai timnya kalah dari Arema. Pada akhir laga itu memang Persija emosi lantaran kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang dinilai membuat keputusan-keputusan kontroversial.
Dua pelanggaran lainnya terjadi pada laga kontra Madura United. Pelanggarannya adalah keterlambatan kick off dan tamu VIP masuk ruang ganti.
Denda Rp 50 juta pun dijatuhkan Komdis PSSI untuk masing-masing dari dua pelanggaran di atas. Totalnya, Persija harus membayar denda sebesar Rp 145 juta untuk putusan terbaru Komdis PSSI.

Baca Juga :  Ini Kunci Sukses Mitra Kukar Jinakkan Persib Bandung