Idrus Marham Jadi Tersangka Suap PLTU Riau

kabarin.co – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebagai tersangka suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Idrus diduga turut menikmati uang yang diterima mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Eni Saragih diduga menerima suap sebesar Rp4,8 miliar secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

banner 728x90

Idrus Marham Jadi Tersangka Suap PLTU Riau

“Dalam proses penyidikan ditemukan sejumlah fakta baru sehingga dilakukan penyidikan baru tertanggal 21 Agustus 2018 dengan satu orang tersangka yaitu IM. Plt Ketua Umum Partai Golkar periode November sampai dengan Desember 2017 dan Menteri Sosial,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8).

Nama Idrus Marham diduga terlibat sejak awal munculnya dugaan suap proyek PLTU Riau-I itu. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu diduga terlibat dalam setiap pertemuan yang dilakukan Eni Saragih, Kotjo, dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Idrus sendiri sudah diperiksa sebanyak tiga kali oleh penyidik KPK. Pertama kali politikus Golkar itu  diperiksa pada 19 Juli lalu. Ia diminta saat menjabat sebagai sekjen Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Idrus pun mengakui mengenal Eni dan Kotjo sejak lama.

Selanjutnya, pemeriksaan kedua terhadap Idrus dilakukan pada 26 Juli lalu. Setelah diperiksa, ia menampik bila kedatangan Eni ke rumah dinasnya pada 13 Juli lalu bertujuan untuk mengantarkan uang Rp500 juta. Uang itu disebut berasal dari Kotjo lewat stafnya Tahta Maharaya.

Kotjo disebut memberikan uang suap kepada Eni secara bertahan senilai Rp4,8 miliar sejak 2017. Rinciannya, Rp2 miliar pada Desember 2017, Rp2 miliar pada Maret 2018, Rp300 juta pada Juni 2018, dan terakhir Rp500 juta pada 13 Juli 2018, saat Eni dan Kotjo tertangkap tangan.

Pemeriksaan ketiga kepada Idrus dilakukan pada 15 Agustus lalu. Tapi setelah menjalani pemeriksaan, Idrus enggan menjelaskan materi pemeriksaan. Ia mengaku sudah menjelaskan seluruhnya kepada penyidik KPK.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan dua tersangka, Eni dan Kotjo. Eni diduga sebagai penerima suap, sementara Kotjo diduga sebagai pemberi suap. Uang sebesar Rp4,8 miliar yang diterima Eni terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-I.

Proyek PLTU Riau-I merupakan proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa-Bali sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017. (epr/cnn)

Baca Juga:

Idrus Marham Mundur dari Menteri Sosial

KPK Duga Mensos Idrus Marham Terlibat ‎Pembahasan Proyek PLTU Riau-I

KPK Kembali Periksa Mensos Idrus Marham Terkait Suap PLTU Riau-I

KPK Periksa Mensos Idrus Marham Terkait Kasus Suap Eni Saragih

banner 728x90