Paripurna Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 Meriah, Lima Inovasi Terbaru DPRD Sumbar Diluncurkan

Daerah, KabarHot897 Views

PADANG – DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna Hari Jadi Sumbar ke-78, Minggu (1/10) di Gedung DPRD Sumbar.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur Sumbar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Juga turut hadir tamu kenegaraan seperti Anggota DPR RI Guspardi Gaus, Anggota DPD RI Leonardy Harmainy, dan Muslim M. Yatim.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat memimpin paripurna mengatakan, upaya keras untuk mencapai Sumbar Terus Maju menuju Sejahtera perlu terus diupayakan.

“Kami berharap, peringatan Hari Jadi Sumbar ke-78 tahun ini, dijadikan momentum untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan yang dialami daerah ini,” terangnya.

 

Hari jadi ini sebagai sumber motivasi dan sumber inovasi, untuk membangun daerah dan masyarakat Sumbar.

“Kita bulatkan tekad serta semangat kebersamaan, gotong-royong yang merupakan ciri khas masyarakat Sumbar, untuk mewujudkan Sumbar Terus Maju menuju Sejahtera,” terang Supardi.

Dalam kesempatan itu, Supardi juga mengingatkan kembali sambutan beberapa tokoh yang telah berkenan hadir pada peringatan Hari Jadi Sumbar terdahulu:

Tokoh yang memberi sambutan di HUT Sumbar sebelumnya yakni:

HM Jusuf Kalla

Salah seorang putra Sumatera Barat kita, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia pada Hari Jadi ke-77 Sumbar menyampaikan bahwa, kekuatan Sumbar terletak pada sumber daya manusianya. Sumbar bisa maju karena SDMnya.

Dengan kata lain, orang Minangkabau menggunakan otaknya, bukan otot. Itulah orang Minang, selalu berpikir. Beliau menilai, kemajuan Sumbar dimulai dari pendidikan dan ini sudah terlihat sebelum Indonesia merdeka, di mana orang Minang sudah banyak yang sarjana bahkan lebih.

Soal penguasaan perdagangan, agama juga maju. Tapi sekarang kemajuan itu sudah berubah, saat ini Sumatera Barat tidak lagi menjadi gudangnya para intelektual, tingkat kemajuannya tidak sesuai dengan kemampuannya, hingga makin hilangnya ulama asal Sumbar yang berkiprah di kancah nasional.

Banyak faktor yang menyebabkan degradasi tersebut. Tidak ada jalan lain sebagai solusinya selain dengan memajukan pendidikan, menguatkan pengkaderan ulama, dan peningkatan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan perkebunan rakyat.

Diperlukan upaya untuk memajukan kembali Sumbar. Kembalikan marwah keagamaan orang Minang. Ada degradasi pendidikan keagamaan yang harus menjadi perhatian.

Buya Syafii Maarif (Alm)

Saat ini elit Sumbar sudah mengalami defisit, hal ini ditandai dengan jumlah negarawan yang semakin berkurang berkiprah di tingkat nasional dan banyaknya politikus yang hanya mencari mata pencarian, bukan untuk membela penderitaan rakyat. Oleh karena itu, sekarang saatnya berbenah. Dari partai manapun asalnya, mari bersama-sama membangun daerah ini.

Sumatera Barat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat terbatas, harus pandai-pandai memainkan kartu berhadapan dengan pemerintah pusat.

Kekakuan dalam bersikap akan berisiko Sumbar semakin terlantar dalam proses pembangunan. Ungkapan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) itu baru memiliki makna manakala kantong-kantong kemiskinan ini bisa dibenahi secara sungguh-sungguh dan korban narkoba semakin berkurang.

Tanpa parameter ini, kita hanya piawai kosong. Satu kekuatan, penting untuk dimaksimalkan, lanjut Ma’arif, adalah potensi Rantau yang selama ini kurang mendapat perhatian. Termasuk juga potensi para budayawan, sastrawan, dan wartawan serta lainnya. Percayalah, mereka ini punya kecintaan yang tulus untuk Ranah Minang dan Sumbar, meskipun sebagian dari mereka lahir di bumi nusantara yang lain.

Kelompok ini punya intuisi yang tajam, dibandingkan yang lain. Tegakkan kepala untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Rokhmin Dahuri (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan)

Di Hari Jadi ke-76 Sumbar, ia memaparkan dua faktor utama yang potensial untuk memajukan Sumbar, yakni sektor pertanian dan perikanan. Agro dan maritim.