Menurut dia, saat muda, dia termasuk pria yang tampan dan perkasa. Yakni, sesuai selera dan kriteria perempuan saat itu.
Yang membuat wanita semakin kelepek-kelepek, Dola selalu mengajak menikah setiap suka kepada perempuan. “Itulah kehebatan Engkong. Walaupun, setelah itu, banyak yang cerai,” katanya berseloroh.
Misalnya, istri pertamanya yang berusia 25 tahun, lebih tua enam tahun daripada dirinya. Keduanya bercerai karena istri pertamanya tidak mau dimadu.
Padahal, saat itu, dia jatuh cinta kembali kepada janda kembang di Tasikmalaya, Jawa Barat. “Bagaimana tak tergoda, raut wajahnya enak banget dipandang,” ujarnya.
Dola, sejatinya, tak pernah berniat sedikit pun nikah dan cerai dengan para perempuan itu. Keadaan memaksanya. Niatnya berpoligami hanya untuk menyelamatkan dirinya dari dosa.
Dia yang selalu bepergian lama ke luar kota membuat hasratnya berhubungan suami istri selalu memuncak.
Nah, daripada ‘jajan sembarangan’ yang hukumnya dosa, dia memilih menikah. Maksud yang dinilainya mulia itu selalu tak mendapat restu dari sang istri.