Ceko mulai memberlakukan lockdown sekitar akhir Maret lalu dan menutup seluruh pertokoan dan bisnis kecuali supermarket, apotek, bank, kantor pos, pom bensin.
Pemerintah negara di Eropa Tengah itu mengizinkan restoran tetap buka namun hanya diperbolehkan melayani pesanan yang dibungkus dan layanan antar. Ceko juga meliburkan seluruh kegiatan sekolah dan melarang acara-acara publik.
Kini, Ceko telah melonggarkan beberapa aturan pembatasan pergerakan. Sejumlah pertokoan juga telah dibuka kembali. Warga Ceko juga sudah diperbolehkan keluar rumah untuk alasan esensial hingga bersepeda tanpa harus mengenakan masker.
Pemerintah juga memperbolehkan warga bepergian keluar negeri dengan “alasan kuat”, meski harus menjalani masa karantina saat kembali.
Denmark
Denmark merupakan negara kedua di Eropa yang pertama menerapkan lockdown. Negara Skandinavia itu menerapkan penutupan perbatasan bahkan sebelum kasus kematian akibat corona pertama terjadi.
Dilansir Bussiness Insider, kebijakan lockdown Denmark memang tak seketat negara lainnya di Eropa. Denmark masih mengizinkan warganya keluar rumah dan berkumpul meski tidak lebih dari 10 orang.